INTERAKSI
SOSIAL SECARA TIDAK LANGSUNG KARENA DAMPAK COVID 19 TERHADAP KOMUNIKASI SOSIAL
Muhammad
Zidanuranza
Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UHAMKA, Jakarta 12860
Komunikasi
Sebagai makhluk sosial, setiap orang yang hidup dalam suatu kelompok
masyarakat, dalam menjalani aktivitas kesehariannya sejak ia bangun tidur di
pagi hari hingga tidur kembali pada malam harinya senantiasa terlibat dalam
kegiatan komunikasi. Hal mana dilakukan sebagai konsekuensi dari hubungan
sosialnya melalui interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Bila
kita amati lebih teliti mengenai aktivitas manusia dalam menjalani kehidupan
kesehariannya itu, maka sebagian besar diisi dengan kegiatan berkomunikasi,
mulai dari mengobrol, membaca koran, mendengarkan radio, menonton televisi atau
bioskop, dan sebagainya. lni membuktikan bahwa, dalam tatanan kehidupan sosial
manusia, komunikasi telah menjadi jantung kehidupan. Apabila jantung kehidupan
itu tidak berfungsi, maka tidak akan ada kehidupan manusia seperti yang kita
alami saat ini, sehingga tidak akan mungkin terbentuk suatu tatanan kehidupan
manusia yang terintegrasi dalam sistem sosial yang disebut masyarakat.
Pengertian secara terminologis, komunikasi adalah proses penyampaian suatu
pernyataan seseorang kepada orang lain. Pengertian ini memberikan pemahaman
kepada kita bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang atau manusia, sehingga
komunikasi seperti ini disebut sebagai Human Communication (komunikasi
manusia). Sedangkan pengertian secara paradigmatis, meskipun banyak definisi
yang dikemukakan oleh para ahli, namun dari semua definisi itu dapat
disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh
seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap,
pendapat, dan perilaku, baik langsung (komunikasi tatap muka) maupun tidak
langsung (komunikasi melalui media). Dari definisi tersebut tersimpul bahwa
tujuan komunikasi dalam pengertian paradigmatic adalah untuk mendapatkan efek
tertentu pada komunikan. Komunikasi Sosial memiliki berbagai jenis, dua
diantaranya adalah komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung.
Komunikasi sosial langsung adalah komunikasi yang dilakukan secara tatap muka
antara sesama manusia, sementara itu komunikasi tidak langsung ialah komunikasi
yang dilakukan melalui media baik cetak maupun elektronik. contoh media cetak
seperti surat, majalah, koran, dll. lalu media elektroniknya seperti telepon,
dan radio.
Virus
merupakan suatu asam nukleat yang terdiri baik dari DNA ataupun RNA yang
terkait mengenai protein, dan beberapa kasus dengan lipid. Diketahui bahwa
virus bukan sebuah organisme hidup dan hanya dapat bereproduksi didalam sel
hidup yang rentan terhadap masuknya virus. Sebelum suatu virus memasuki sel
manusia, pada umumnya virus ditularkan pada sel inang lain yaitu hewan yang
kemudian bermutasi hingga dapat ditularkan pada sel manusia.
Coronavirus
adalah sebuah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran
pernapasan, dimana virus tersebut terdiri dari RNA strain tunggal positif,
berkapsul, serta tidak bersegmen. Coronavirus berasal dari ordo Nidovirales,
dengan famili Coronaviridae (Wang & Ke, 2020). Hingga saat ini belum
diketahui asal virus corona, dikarenakannya minat penelitian pada virus flu
yang cukup minim. Diketahui pada tahun 2002-2003, coronavirus muncul di China
tanpa sebab. Kemudian virus tersebut dikenal dengan nama SARS-CoV yang menyebar
ke berbagai negara lain hingga memakan 813 korban jiwa dari 8,809 orang yang
dikonfirmasi terinfeksi. Hingga virus tersebut tidak terdengar lagi, namun pada
tahun 2012 coronavirus tipe lain muncul dan dinamakan Middle East Respiratory
Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang terkait dengan SARS-CoV. Namun kasus
MERS-CoV tidak menular secara efisien pada manusia, dimana inang perantaranya
adalah unta dromedaris. Pada tahun 2016, coronavirus jenis lain timbul di China
dan menyebabkan penyakit epizootik baru pada babi, yang disebabkan oleh asal
kelelawar yaitu α-coronavirus yang disebut Swine Acute Diarrhea Syndrome Coronavirus
(SADS-CoV), kemudian muncul varian baru dari coronavirus pada tahun 2019 yaitu
SARS-CoV-2 yang dikenal sebagai COVID-19, virus kelelawar yang fatal dan
menimbulkan penyakit pada manusia. SARS-CoV, MERS-CoV, dan SARS-CoV-2 terkait
erat dengan coronavirus yang mengelompok dalam dua kelompok filogenetik yang
berdekatan: sarbecovirus (virus mirip SARS) dan merbecovirus (virus mirip
MERS). Kedua virus SARS, serta SADS-CoV, diturunkan dari virus enzootik di
rhinolophid (genus, Rhinolophus), atau kelelawar tapal kuda (Morens et al.,
2020).
Kemajuan
teknologi yang membuat komunikasi sosial tidak langsung ini rasanya seperti
komunikasi secara langsung. karena penggunaan platform sosial media chatting
contohnya seperti Whatsapp, Line, hingga Discord, aplikasi ini dapat digunakan
masyarakat untuk melakukan telepon dengan tatap muka secara langsung, atau bisa
kita sebutt dengan video call. Aplikasi Zoom Meeting, Google Meet, Skype,
Discord juga digunakan masyaarakat untuk t etap bisa berkomunikasi sosial secara
tidak langsung tetapi terasa seperti langsung berkomunikasinya. Penggunaan
platform social media chatting dan tatap muka sehingga masyarakat bisa telepon
tatap muka memungkinkan masyarakat tetap bisa memberikan responnya menggunakan
ekspresi wajah, namun ada satu hal yang sulit dicapai ketika masyarakat
melakukan komunikasi sosial secara tidak langsung tetapi terasa langsung dengan
memanfaatkan platform sosial media.
Saat
komunikasi sosial dilakukan secara langsung, pasti kita dapat suatu rasa yang
kita dapat akan lebih terasa. rasa senangnya, bahagianya, serius, tegang,
gugup, takut bisa terasa oleh masyarakat yang melakukan komunikasi sosial
secara langsung. berbeda pada saat masyarakat melakukan komunikasi sosialnya
secara tidak langsung namun menggunakan platform sosial media chatting dan
tatap muka sehingga terasa seperti komunikasi sosial yang dilakukan secara
langsung.
Karena
kita tidak tahu sampai kapan pandemi covid-19 ini berakhir, virus ini menyerang
seluruh dunia hingga ke indonesia, komunikasi sosial secara tidaaka langsung
adalah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan agar kita tetap berkomunikasi
tanpa harus bertatap muka secara langsung atau berkerumunan. dengan komunikasi
sosial secara tidak langsung ini, kita tetap dapat berkomunikasi sosial seperti
berkomunikasi secara langsung walaupun hanya menggunakan platform sosial media.
Sumber:
https://journal.uniga.ac.id/index.php/JK/article/view/253
K. (2020). Perspective Piece : The Origin of
COVID-19 and Why It Matters. The American Society of Tropical Medicine and
Hygiene, 103(3) : 955–959.
Qiang, W., & Ke, H. (2020). A Handbook of
2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention. China: Hubei Science and Technology
Press.
Cangara,
Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998.
Comments
Post a Comment